Mengunjungi pameran seni musim panas di Kuwait

Mengunjungi pameran seni musim panas di Kuwait

Kuwait City (ANTARA) – Dewan Nasional Kuwait untuk Budaya, Seni, dan Sastra mengadakan pameran seni musim panas dengan 38 karya seni dari 30 seniman. Pameran tersebut akan berlangsung hingga 27 Juli.

Seorang pengunjung mengamati pameran “Kuwait Antiquities in Colors” di Kota Kuwait, Kuwait, 21 Juli 2025. Dewan Nasional untuk Kebudayaan, Seni, dan Sastra Kuwait menyelenggarakan pameran seni musim panas ini dengan 38 karya seni dari 30 seniman. Pameran ini akan berlangsung hingga 27 Juli. (ANTARA/Xinhua/Asad)

Seorang pria mengunjungi pameran “Kuwait Antiquities in Colors” di Kota Kuwait, Kuwait, 21 Juli 2025. Dewan Nasional untuk Kebudayaan, Seni, dan Sastra Kuwait menyelenggarakan pameran seni musim panas ini dengan 38 karya seni dari 30 seniman. Pameran ini akan berlangsung hingga 27 Juli. (ANTARA/Xinhua/Asad)

Seorang pengunjung mengamati pameran “Kuwait Antiquities in Colors” di Kota Kuwait, Kuwait, 21 Juli 2025. Dewan Nasional untuk Kebudayaan, Seni, dan Sastra Kuwait menyelenggarakan pameran seni musim panas ini dengan 38 karya seni dari 30 seniman. Pameran ini akan berlangsung hingga 27 Juli. (ANTARA/Xinhua/Asad)

Sudinsos Jakbar jaring ratusan PMKS sepanjang 2025

Sudinsos Jakbar jaring ratusan PMKS sepanjang 2025

Suku Dinas Sosial Jakarta Barat telah menjaring sebanyak 808 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sepanjang 2025.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Suprapto, menyebutkan operasi itu dilakukan mulai Januari sampai dengan Juni 2025.

“Sejak Januari hingga bulan Juni 2025, kami telah menjangkau sebanyak 808 PMKS,” kata Suprapti saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, kata Suprapto, PMKS yang terjaring paling banyak gelandangan, yakni 342 orang, selanjutnya psikotik 229, dan pengamen 46 orang.

Ia menambahkan hasil penjangkauan per bulan. Januari sebanyak 107 orang, Februari 121, Maret 145, April 113, Mei 167 dan Juni 155 orang.

“Penjaringan PMKS rutin dilakukan di titik-titik rawan di delapan wilayah kecamatan, seperti lampu merah atau perempatan jalan,” ucapnya.

Airlangga: Tarif 19 persen RI-AS lebih rendah dari anggota ASEAN lain

Airlangga: Tarif 19 persen RI-AS lebih rendah dari anggota ASEAN lain

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa kesepakatan tarif impor sebesar 19 persen yang disepakati antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) lebih rendah dibandingkan negara-negara anggota ASEAN lainnya.

“Angka itu sudah final dan binding. Kalau kita lihat, angka-angka itu adalah yang paling rendah dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya,” ujar Airlangga, usai menghadiri sosialisasi tarif AS bersama para asosiasi pengusaha, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin.

Sementara, tarif impor AS terhadap produk dari Vietnam dan Filipina mencapai 20 persen, Malaysia dan Brunei 25 persen, Kamboja dan Thailand 36 persen, serta Myanmar dan Laos 40 persen.

Tarif Indonesia juga lebih kompetitif dibandingkan negara-negara pesaing utama dalam ekspor tekstil dan produk tekstil, seperti Bangladesh (35 persen), Sri Lanka (30 persen), Pakistan (29 persen), dan India (27 persen).

Lebih lanjut soal penetapan bea masuk 0 persen terhadap produk asal AS, Airlangga menjelaskan bahwa berdasarkan buku tarif bea masuk Most Favoured Nation (MFN) di kepabeanan, terdapat 11.555 pos tarif atas produk AS.

Dari jumlah tersebut, sebenarnya sekitar 12 persen di antaranya sudah dikenakan tarif nol persen. Sementara sekitar 47 persen pos tarif memiliki bea masuk mendekati 5 persen.

“Jadi Amerika Serikat sebetulnya sudah dapat 60 persen (produknya) di bawah (tarif) 5 persen,” ujar Airlangga pula.

Dengan adanya perjanjian baru ini, kata Airlangga lagi, Indonesia bakal memperluas cakupan produk yang mendapat tarif nol persen, mengikuti praktik yang sudah dilakukan dalam berbagai perjanjian perdagangan komprehensif (CEPA) dengan negara lainnya.

“Maka Amerika Serikat kita perluas mayoritas menjadi nol persen, dan ini sudah kita berikan kepada CEPA yang lain. Apakah itu dengan ASEAN FTA, apakah itu dengan ASEAN-China FTA, kemudian juga dengan CEPA Uni Eropa, kemudian dengan Kanada, dengan Australia, Selandia Baru, dengan Jepang. Itu seluruhnya juga kita sudah memberikan mayoritas mendekati nol (persen),” katanya lagi.

Adapun dalam kesepakatan terbaru dengan AS, selain penetapan tarif sebesar 19 persen, kedua negara juga menyepakati sejumlah komitmen dagang. Komitmen tersebut meliputi pembelian energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS, produk pertanian sebesar 4,5 miliar dolar AS, serta pembelian 50 unit pesawat Boeing, mayoritas tipe Boeing 777, oleh Garuda Indonesia.

Pemprov Lampung upayakan MPLS siswa Sekolah Rakyat di akhir Juli

Pemprov Lampung upayakan MPLS siswa Sekolah Rakyat di akhir Juli

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengupayakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan dapat dilakukan pada akhir Juli 2025.

“Karena Provinsi Lampung masuk dalam tahap 1 B, maka untuk gedung saat ini masih dalam proses renovasi,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan kontrak pelaksanaan renovasi gedung tersebut dilakukan pada 4 Juni 2025 hingga 45 hari mendatang.

“Kalau sesuai kontrak seharusnya 45 hari kerja dan selesai di 17 Agustus, tapi Kementerian Sosial mengimbau serta meminta rekanan mengupayakan agar bisa selesai di akhir Juli. Bahkan Wakil Gubernur Lampung juga sudah menginstruksikan hal serupa dan rekanan menyanggupinya,” katanya.

Dia menjelaskan dengan adanya kesanggupan rekanan yang melaksanakan pengerjaan renovasi gedung Sekolah Rakyat, maka siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 32 Lampung Selatan bisa ikut MPLS di akhir Juli 2025.

“Diupayakan agar ini selesai secepatnya supaya di akhir Juli siswa-siswi bisa dijemput lagi untuk ikut kegiatan MPLS selama tiga bulan,” ucap dia.

Menurut dia, pihaknya meminta dalam proses pengerjaan renovasi, yang diutamakan untuk selesai dalam waktu dekat adalah ruangan untuk asrama putra dan putri, ruang kelas, dan asrama untuk para guru.

“Yang paling diutamakan selesai adalah asrama putra dan putri yang hanya rehab ringan, ini kami jamin selesai di akhir Juli. Lalu ruang kelas yang pengerjaan renovasi cukup berat tapi diupayakan selesai secepatnya di akhir Juli,” tambahnya.

Sebelumnya diketahui dalam persiapan pembelajaran Sekolah Rakyat tingkat SMA di SRMA 32 Lampung Selatan sebanyak 75 siswa telah melaksanakan sejumlah pemeriksaan kesehatan dasar, dan guru serta tenaga pendidik pun telah hadir untuk mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran baru.

Direncanakan di tahun ini juga Provinsi Lampung diminta untuk membuka Sekolah Rakyat tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang direncanakan dilaksanakan di Gedung Balai Latihan Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Kota Bandarlampung yang masuk dalam tahap 1 C.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi target jumlah siswa Sekolah Rakyat di 2025 yakni sebanyak 20 ribu anak, saat ini di tahap 1 A dan 1 B jumlah siswa Sekolah Rakyat baru 9.000 orang.

Menbud sebut Pameran Nyala upaya mengangkat perjuangan Diponegoro

Menbud sebut Pameran Nyala upaya mengangkat perjuangan Diponegoro

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Pameran Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro sebagai upaya Kementerian Kebudayaan mengangkat kembali makna perjuangan pahlawan kemerdekaan Pangeran Diponegoro melalui perspektif visual, artistik, dan interdisipliner.

“Kementerian Kebudayaan mempersembahkan pameran Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro, sebuah pameran seni dan sejarah yang mengangkat kembali makna perjuangan Diponegoro melalui perspektif visual, artistik dan interdisipliner,” kata Menbud membuka pameran di Galeri Nasional, Jakarta, Senin.

Pameran Nyala menjadi bentuk komitmen dari museum dan cagar budaya untuk merawat warisan sejarah bangsa dan menghidupkan kembali agar dapat diakses, dimaknai dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi masa kini.

Fadli menambahkan bahwa tema pameran ini menjadi bentuk mengingatkan kembali ingatan mengenai keberanian, nilai-nilai kepahlawanan, dan keteguhan hati membela Tanah Air sebagaimana yang dilakukan pencetus strategi perang gerilya Pangeran Diponegoro pada masa lampau.

Ia berharap pameran ini mampu diapresiasi oleh publik lewat warisan yang ditampilkan.

Pameran ini, kata dia, juga menjadi momentum mengingat perang terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang melibatkan puluhan hingga ratusan ribu orang melawan kolonialisme Belanda pada 1825-1830.

Perang yang dikenal karena durasi panjang yakni selama lima tahun ini, lanjutnya, menjadikan Pangeran Diponegoro sebagai tokoh sentral namun juga menjadi inspirasi karena keberanian dalam melawan ketidakadilan kolonial.

Pameran ini, lanjut dia, juga menjadi inisiatif Kementerian Kebudayaan dalam mendukung pelestarian warisan sejarah dan budaya nasional.

“Melalui karya seni artefak sejarah, narasi serta pendekatan kuratorial kreatif, kita diajak untuk tak hanya mengenang tapi juga merenungkan kembali makna kemerdekaan dan perjuangan di masa kini,” katanya.

Tak lupa ia pun menyerukan agar generasi muda senantiasa menyelami dan belajar kisah-kisah yang dihadirkan di dalam pameran ini.

Pameran yang digelar pada 22 Juli-15 September 2025 menghadirkan 33 karya dari 26 perupa yang dipilih dari berbagai daerah berupa lukisan, patung, instalasi, sketsa dan seni media serta artefak berupa arsip, naskah, koin dan buku-buku terkait Perang Diponegoro.

Karya yang dihadirkan yakni perupa Raden Saleh, Basoeki Abdullah, Adrian Adinugraha x Fahira Herniman, Aliansyah Caniago, Arafura, Ugo Untoro, Jompet Kuswidananto, Irene agrivina.

Pemkot Kediri: Koperasi Kelurahan Merah Putih harus sesuai kebutuhan

Pemkot Kediri: Koperasi Kelurahan Merah Putih harus sesuai kebutuhan

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyebutkan keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih harus disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih yang ada di Kota Kediri saat ini sudah berbadan hukum. Keberadaan koperasi itu harus disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dibentuk secara administratif.

“Jangan sampai koperasi ini dibentuk asal-asalan, karena tujuan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya di Kediri, Senin.

Ia meminta lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Kediri, dan warga setempat bersama-sama menggali potensi unggulan yang bisa dikembangkan melalui koperasi.

“Jika mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor tertentu, koperasi bisa diarahkan untuk memperkuat sektor tersebut agar dampaknya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melakukan peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Indonesia.

Pembentukan koperasi ini, kata dia, merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian di tingkat desa atau kelurahan.

Keberadaan koperasi ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

Wali Kota Kediri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berperan aktif dalam proses pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di masing-masing wilayah di Kota Kediri.

Proses ini telah diawali dengan rapat koordinasi bersama Dinas Koperasi dan UMTK, para camat dan lurah se-Kota Kediri, dilanjutkan dengan sosialisasi terkait sistematika pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih, teknis pembentukan, hingga pendanaannya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri Bambang Priyambodo mengatakan di Kota Kediri ada 46 kelurahan dan 46 Koperasi Kelurahan Merah Putih juga sudah terbentuk. Badan hukum dari koperasi juga sudah tuntas.

Namun, pihaknya masih menunggu arahan dari pusat terkait dengan aturan misalnya terkait dengan badan usaha mana saja yang tentunya juga disesuaikan dengan minat dari koperasi kelurahan.

“Mungkin bahan pokok, elpiji, itu semua kami berikan pemahaman pada kelurahan. Mereka punya potensi sendiri, tidak semua harus sama,” kata dia.

Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan mengenai konsep sebuah koperasi.

“Hari ini hari yang bersejarah, kita mulai suatu usaha besar. Kita sudah mengerti konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah. Yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi dan tidak mau menjadi anggota koperasi. Mereka yang sudah kuat, sudah kaya, dan punya akses ke mana-mana akan lebih memilih untuk membuat perusahaan atau PT,” ujarnya dalam siaran daring.

Menurut Presiden Prabowo, konsep koperasi ini sederhana seperti sapu lidi, lemah dan tidak kuat. Tapi kalau lidi ini dijadikan satu, menjadi alat yang bisa membantu masyarakat. Jadi dari lemah menjadi kekuatan, dari ekonomi lemah menjadi ekonomi yang kuat. Konsep koperasi adalah konsep gotong royong.

“Koperasi ini menjadi kekuatan, selalu dianggap sarana untuk berdaulat, dan sarana untuk kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan bukan hanya lagu kebangsaan merah putih, tapi kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi,” kata Presiden Prabowo.

KKP-IPB kenalkan konservasi Pulau Kongsi lewat “Course Internasional”

KKP-IPB kenalkan konservasi Pulau Kongsi lewat "Course Internasional"

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan kawasan konservasi Pulau Kongsi melalui ajang “Summer Course internasional bertajuk Ocean Scouts 2025” yang diikuti beberapa beserta dari luar negeri.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP I Nyoman Radiartadalam keterangan di Jakarta, Senin mengatakan, ajang itu diikuti 36 peserta dari dalam dan luar negeri, antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, dan Maladewa.

Dia menyampaikan, salah satu rangkaian kegiatan utama Summer Course Internasional bertajuk Ocean Scouts 2025: Exploring Aquatic Flora and Local Cultures in Seribu Islands, Indonesia, berupa field trip dilaksanakan di Stasiun Pelatihan dan Pendidikan Kelautan dan Perikanan Pulau Kongsi (eduKongsi), Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

“Selama kunjungan lapang di Pulau Kongsi, peserta mendapat pengalaman langsung dalam konservasi pesisir, antara lain pengenalan dan penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, serta eksplorasi padang lamun di perairan sekitar pulau,” kata Nyoman.

Ia menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan pada 7–18 Juli 2025 di dua lokasi yaitu Kampus IPB Dramaga, Bogor dan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Kegiatan itu dirancang sebagai ajang pembelajaran lintas budaya dan multidisipliner, dengan fokus pada ekologi perairan, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan sumber daya laut.

Dijelaskan Pulau Kongsi merupakan lokasi pengembangan Smart Fisheries Village (SFV), program terobosan BPPSDMKP KKP dalam mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru.

SFV dikembangkan oleh Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) sebagai unit pelaksana teknis KKP.

SFV merupakan model pengembangan desa perikanan dari hulu ke hilir yang mengintegrasikan teknologi informasi, manajemen berkelanjutan, dan pengembangan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.

“Selain itu, SFV juga berperan sebagai inkubator bisnis untuk mendorong tumbuhnya startup di bidang kelautan dan perikanan,” imbuh Nyoman.

Kepala BRPL, Luthfi Assadad menambahkan melalui kegiatan tersebut peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam konservasi lingkungan pesisir.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan prinsip “ekologi sebagai panglima”, agar keberlanjutan sumber daya dapat terus diwariskan untuk kesejahteraan masyarakat kini dan generasi mendatang.

DPR dorong penguatan STT Tekstil Bandung dukung industri nasional

DPR dorong penguatan STT Tekstil Bandung dukung industri nasional

Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja spesifiknya, mendorong penguatan peran Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung (ST3 Bandung) dalam mencetak tenaga ahli dan mendukung kemajuan industri tekstil nasional.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam kesempatan tersebut, mengungkapkan kampus vokasi seperti STT Tekstil yang telah lama berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), memiliki potensi besar dalam mendukung daya saing industri nasional di tengah tantangan global, mulai dari tenaga pengajar yang berkualifikasi tinggi, hingga serapan kerja lulusan di dunia kerja yang mencapai 100 persen.

“Namun demikian, pihak kampus menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain keterbatasan peralatan praktik dan minimnya akses terhadap beasiswa,” kata Saleh di Kampus STT Tekstil Bandung, Senin.

Komisi VII DPR menilai bahwa modernisasi alat dan peningkatan jumlah beasiswa sangat penting agar tidak ada mahasiswa yang terpaksa putus studi karena kendala ekonomi.

“Selain itu, mereka juga berharap para dosennya bisa memperoleh beasiswa studi lanjut ke luar negeri, khususnya ke negara produsen mesin tekstil, agar bisa mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan memperkuat kerja sama internasional,” ujarnya.

Komisi VII, lanjut dia, berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengingat kebutuhan kampus vokasi seperti STT Tekstil tidak besar dan sangat rasional untuk dipenuhi.

“Kalau pemerintah punya political will, kebutuhan seperti ini tidak sulit dipenuhi. Ini bukan soal triliunan, tapi soal pemenuhan kebutuhan standar yang penting untuk keberlangsungan pendidikan vokasi dan industri kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi VII juga menyoroti tantangan industri tekstil nasional di tengah persaingan global, termasuk persaingan dengan produk dari Amerika Serikat dan Tiongkok terlebih kini AS memberlakukan tarif impor sebesar 19 persen pada Indonesia.

Menurutnya, keberadaan politeknik vokasi seperti STT Tekstil sangat penting untuk menjaga daya saing produk dalam negeri.

“Kalau pun produk luar masuk, masyarakat akan tetap memilih produk lokal jika kualitasnya baik. Kita justru harus melihat ini sebagai peluang, bukan ancaman,” katanya.

Ia menambahkan, perlu ada kebijakan afirmatif dari pemerintah agar industri tekstil Indonesia mampu bersaing di pasar global. Salah satunya dengan mengurangi ketergantungan pada impor mesin tekstil dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

“Tantangan kita adalah bagaimana bisa memproduksi mesin tekstil sendiri agar tidak tergantung dari luar negeri. Saat ini masih banyak mesin yang diimpor, bahkan operatornya pun dari luar,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai produk Amerika cenderung memiliki harga lebih tinggi karena biaya tenaga kerja yang mahal dan yang lebih perlu diwaspada, justru produk-produk dari Tiongkok yang datang dalam jumlah masif dengan harga kompetitif.

“Ini yang perlu diperhatikan pemerintah. Kita tidak menolak persaingan, tapi pemerintah harus hadir dengan kebijakan afirmatif agar kita bisa bersaing di tengah era perdagangan bebas,” katanya.

Menurutnya, Indonesia harus aktif mengekspor produk tekstil ke luar negeri, termasuk ke Tiongkok dan negara-negara Eropa. Ia pun menyambut baik dibukanya akses visa multi-entry oleh Komisi Eropa yang dapat membuka lebih banyak peluang perdagangan.

“Jangan hanya mereka yang jual ke kita, kita juga harus bisa jual ke sana. Pemerintah perlu strategi dan kebijakan yang konkret untuk menguatkan daya saing kita,” ucap dia menambahkan.

Laga timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 tanpa gol di babak pertama

Laga timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 tanpa gol di babak pertama

Pertandingan babak pertama antara timnas Indonesia U-23 dan Malaysia U-23 berakhir imbang tanpa gol pada laga terakhir Grup A ASEAN U-23 Championship 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin.

Pada awal pertandingan, Indonesia lebih mendominasi penguasaan bola. Tim Garuda Muda terlihat tenang dalam membangun serangan dengan bermain umpan-umpan pendek.

Malaysia beberapa kali mampu membangun serangan saat laga berjalan 10 menit. Tapi, lini pertahanan Indonesia dengan tenang meredam serangan Malaysia.

Peluang berbahaya pertama Indonesia terjadi pada menit ke-16. Namun tendangan Rayhan Hannan dari luar kotak penalti terlalu lemah setelah situasi lemparan ke dalam yang dilakukan Robi Darwis.

Dominasi permainan terus dipegang Indonesia hingga laga memasuki menit ke-30. Namun, tim asuhan Gerald Vanenburg kesulitan untuk memaksimalkannya pada sepertiga akhir pertahanan Malaysia.

Hingga menit ke-45 hampir tidak ada peluang emas yang diciptakan Timnas Indonesia U-23. Beberapa kali Indonesia mampu membawa bola hingga masuk kotak penalti Malaysia, tapi selalu gagal dalam penyelesaian akhir.

Peluang terakhir Indonesia tercipta saat injury time babak pertama berjalan dua menit. Tendangan kaki kanan Dony Tri Pamungkas di dalam kotak penalti Malaysia, yang berawal dari lemparan Robi Darwis masih melebar.

Skor imbang tanpa gol pada laga Indonesia vs Malaysia bertahan hingga akhir babak pertama.

Susunan pemain
Timnas Indonesia U-23: Cahya Supriadi; Alfharezzi Buffon, Kadek Arel, Kakang Rudianto, Dony Tri; Robi Darwis, Toni Firmansyah, Rayhan Hannan; Victor Dethan, Jens Raven, Rahmat Arjuna.

Timnas Malaysia U-23: Zulhilmi Sharani; Shafizan Arshad, Haqimi Azim, Muhammad Khalil, Ziad El Basheer, Haykal Danish, Aliff Izwan, Ahmad Aysar, Fergus Tierney, Aiman Yusuf.

DKI sasar 1,9 juta anak ikuti program CKG di sekolah

DKI sasar 1,9 juta anak ikuti program CKG di sekolah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyasar sebanyak 1.997.082 anak untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sekolah yang resmi dimulai pada Juli ini.

“Target peserta PKG Sekolah pada tahun 2025/2026 sebanyak 1.997.082 orang terdiri dari pelajar jenjang SD sampai SMA, dengan rentang usia 7-17 tahun. Ini juga bisa bagi anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal atau tidak bersekolah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Ani mengatakan CKG Sekolah merupakan rebranding (pembaruan) dari skrining kesehatan usia sekolah dan remaja yang telah rutin dilaksanakan untuk usia 7-17 tahun (jenjang SD sampai dengan SMA sederajat) tiap tahun ajaran.

Program ini selain ditujukan untuk pelajar di sekolah, juga ditujukan untuk anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah atau tidak mengakses pendidikan formal.

Sebelum pelaksanaan program, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan jajaran, kata Ani, telah mengikuti kegiatan sosialisasi maupun orientasi tenaga kesehatan tentang CKG Sekolah yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Lalu, Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan CKG Sekolah melibatkan Puskesmas, Suku Dinas Kesehatan, Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, termasuk sekolah-sekolah di Jakarta.

“Dinas Kesehatan telah menyiapkan alat kesehatan maupun Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang diperlukan yang bersumber baik dari anggaran APBD maupun APBN,” ujar Ani.

Dia menyampaikan, CKG Sekolah telah dimulai pada tahun ajaran baru ini, diawali di Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Cipayung pada 9 Juli 2025, kemudian di Sekolah Rakyat Sentra Mulya Jaya, Cipayung serta Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Margaguna, Cilandak pada 14 Juli 2025.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan setelah di Sekolah Rakyat, kemudian menyusul sekolah-sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikasmen) dan berlanjut ke madrasah pada Agustus 2025. Program ini juga dipastikan menyasar pesantren dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Kementerian Kesehatan menyampaikan program ini merupakan salah satu quick win atau langkah inisiatif yang cepat dan mudah dicapai Presiden Prabowo Subianto serta menjadi program pemeriksaan kesehatan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.

Kementerian Kesehatan menargetkan 53 juta pelajar menjadi sasaran utama program ini pada tahun 2025.