Tetap Fresh di Luar Ruangan, Ini Tips Memilih Bedak untuk Aktivitas Outdoor (Foto: Freepik)
Tampil cantik dan on point sepanjang hari tentu menjadi impian setiap wanita. Namun, hidup di negara tropis dengan cuaca panas dan lembap sering kali membuat riasan cepat luntur, wajah tampak berminyak, hingga tampilan tak segar lagi.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi orang-orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, memilih produk makeup yang tepat terutama bedak menjadi kunci agar tampilan tetap segar, natural, dan tahan lama meski di bawah terik matahari.
Bedak menjadi salah satu pondasi paling penting dalam berias, terutama bagi masyarakat Indonesia yang hidup di iklim tropis. Bedak bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi juga berfungsi untuk mengunci riasan agar lebih tahan lama, mengontrol minyak berlebih, sekaligus memberikan tampilan wajah yang lebih segar.
Pilih Lip Tint atau Lipstik? Simak Bedanya di Sini (Foto: Freepik)
Saat bicara soal makeup bibir, banyak orang tentu sudah akrab dengan lipstik sebagai produk andalan untuk mempercantik penampilan. Namun, ada juga lip tint yang kini semakin populer dan jadi favorit kaum perempuan karena praktis dan natural.
Sekilas, cara pemakaiannya memang mirip dengan lipstik. Tapi, ternyata ada sejumlah perbedaan yang cukup mencolok, mulai dari tekstur, intensitas warna, hingga hasil akhirnya di bibir. Tak heran kalau banyak orang kerap bingung harus memilih yang mana.
Nah, biar nggak salah pilih, penting untuk memahami perbedaan lip tint dan lipstik. Dengan begitu, kamu bisa tahu produk mana yang lebih cocok sesuai kebutuhan dan gaya sehari-hari.
Apa Itu Lip Tint?
Sesuai dengan namanya, lip tint adalah produk pewarna bibir yang memberikan hasil lebih lembut dan natural dibanding lipstik. Teksturnya ringan, mudah diaplikasikan, dan dapat disesuaikan tingkat intensitas warnanya sesuai kebutuhan. Jika kamu ingin tampilan tipis namun tetap segar, lip tint bisa menjadi pilihan tepat.
Lalu, jenis lip tint apa saja yang bisa dipilih? Ternyata ada beberapa varian dengan karakteristik berbeda.
Jenis-Jenis Lip Tint
1. Sheer Lip Tint Buat kamu yang menyukai tampilan alami, lip tint transparan bisa jadi pilihan utama. Produk ini memberikan sedikit sentuhan warna dengan kilau lembut yang mudah dioles ulang sepanjang hari. Sesuai namanya, jenis ini adalah yang paling ringan dan fleksibel, bisa digunakan tipis-tipis atau dibuat lebih bold sesuai selera.
2. Matte Lip Tint Jenis ini tetap mempertahankan tekstur alami bibir, namun memberikan warna segar tanpa efek kilau atau gloss. Matte lip tint cocok bagi kamu yang ingin tampil natural dengan kesan lebih elegan dan sederhana. Pilihan warnanya juga beragam, sehingga bisa menyesuaikan dengan berbagai suasana.
Buat kamu yang lagi cari makeup dan parfum jangan lupa nonton Live Shopping TikTok Beautyzone. Ada banyak produk kecantikan yang menarik dengan harga promo.
Bye Bye Bibir Kering! Ini Cara Pilih Lipstik yang Tepat (Foto: Freepik)
Merias wajah sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak wanita untuk menambah rasa percaya diri sekaligus menunjang penampilan sehari-hari. Salah satu produk kosmetik wajib yang ada di dalam pouch makeup adalah lipstik. Namun, tidak semua lipstik bisa cocok dipakai, terutama bagi pemilik bibir kering.
Sebagian orang sering menghadapi masalah bibir kering, bahkan sampai terkelupas. Kondisi ini tentu membuat rasa percaya diri berkurang, apalagi saat ingin menggunakan lipstik. Penggunaan lipstik yang tidak sesuai justru dapat memperparah kondisi bibir. Warna lipstik bisa tampak tidak merata, dan menonjolkan tekstur yang kering, hingga membuat bibir terasa semakin kaku.
Penting bagi kita untuk mengetahui penyebab bibir kering sebelum memilih lipstik yang tepat. Tetapi, masalah ini tidak hanya datang dari faktor luar, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari. Kurangnya asupan cairan, kebiasaan sering menjilat bibir, hingga terlalu lama berada di ruangan ber-AC dapat memicu bibir menjadi kering.
Selain itu, pola makan yang kurang seimbang misalnya jarang mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin juga bisa membuat bibir kehilangan kelembapan alaminya. Bahkan, kebiasaan sederhana seperti kurang membersihkan sisa lipstik sebelum tidur bisa memperparah kondisi bibir. Dengan memahami penyebabnya, kita bisa lebih mudah mencegah sekaligus merawat bibir agar tetap sehat dan siap memakai lipstik dengan hasil maksimal.
Kita juga harus lebih selektif dalam memilih jenis lipstik agar tetap nyaman dipakai sekaligus menjaga kesehatan bibir. Salah memilih lipstik justru bisa membuat bibir tampak pecah-pecah dan kurang nyaman. Ini dia beberapa tips memilih lipstik untuk bibir yang kering:
Pilih Kandungan yang Melembapkan dan Menghidrasi
Saat bibir dalam kondisi kering, pilihlah lipstik yang mengandung bahan pelembap alami seperti shea butter, jojoba oil, vitamin E, atau hyaluronic acid. Kandungan ini tidak hanya memberikan warna, tetapi juga membantu menutrisi sekaligus menjaga kelembapan bibir sepanjang hari. Dengan begitu, bibir tetap terasa lembut meski memakai lipstik dalam waktu lama.
Heboh Gen Z Ramai-Ramai Minum Obat Cacing Usai Kasus Balita di Sukabumi (Foto: Freepik)
Heboh gen z ramai-ramai minum obat cacting setelah kasus balita di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia akibat infeksi akut cacing gelang. Banyak orang dewasa pun ingin mengonsumsi obat cacing sebagai antisipasi hal tersebut.
Dari pantauan, momen itu terlihat di sejumlah akun TikTok, di mana banyak Gen Z mencoba meminum obat cacing hingga mencari rekomendasi obat cacing khusus dewasa.
Namun, bolehkah orang dewasa meminum obat cacing sebagai langkah mencegah infeksi cacingan?
Ketua IDAI Jawa Barat DR Dr Riyadi, SpA, mengatakan orang dewasa boleh meminum obat cacing asalkan tetap ada anjuran dari dokter. Meminum obat cacing juga bisa dilihat dari gejala yang dialami.
“Kalau bergejala boleh mau umur di 1 tahun atau dewasa. Kalau memang ada gejala, jangan lupa minum (obat cacing) tapi dengan saran dokter,” ungkap dr. Riyadi dalam webinar, dikutip Sabtu (23/8/2025).
dr. Riyadi mengatakan obat cacing tetap memerlukan anjuran dan resep dari dokter lantaran adanya efek samping. Bila bergejala, pastikan konsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu dan tidak mengonsumsi obat cacing sembarangan.
Italia sudah lama dikenal sebagai kiblat mode dunia. Dari Milan hingga Florence, negeri ini selalu berhasil menjadi pusat perhatian dalam industri fashion global.
Setiap tahunnya, ribuan mata tertuju pada perhelatan Milan Fashion Week yang menghadirkan karya-karya ikonik dari desainer ternama. Lalu, apa sebenarnya rahasia di balik dominasi Italia yang seolah tak pernah tergoyahkan?
Jawabannya ternyata sederhana: Italia punya sejarah, seni, dan budaya yang benar-benar melekat dalam kehidupan sehari-hari. Dunia mode di sana tumbuh dari warisan panjang yang penuh estetika, sehingga fashion bukan sekadar pakaian, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas bangsa.
“Kami punya sejarah, kami terinspirasi dari segala hal. Kami tumbuh dengan seni, dan seni sudah ada dalam darah kami,” ungkap Biagio Belsito, seorang Art Director di Burgo Milano.
Orang Italia bisa menemukan inspirasi di mana saja. Dari megahnya arsitektur klasik yang berdiri kokoh, indahnya lanskap alam yang menawan, hingga detail kecil dalam rutinitas harian.
Rahasia Awet Muda ala Rita Nasution: Cukup Krim Malam, Sunscreen, dan Olahraga (Foto: Instagram)
Di tengah ramainya tren skincare berlapis-lapis dan perawatan kecantikan yang serba mewah, penyanyi senior Rita Nasution justru punya cara sederhana untuk menjaga penampilannya. Tanpa harus sering ke salon atau mengandalkan make up artist (MUA), Rita lebih memilih rutinitas natural yang bisa dilakukan sendiri di rumah.
“Kalau habis make up, saya pasti membersihkan muka lalu pakai krim malam. Itu saja,” ungkapnya saat berbincang dalam program MorningZone, ditulis Sabtu (23/08/2025).
Menurutnya, perawatan kulit tidak harus rumit. Cukup krim malam sebelum tidur, ditambah sunscreen saat pagi hari terutama sebelum berolahraga.
Yang mengejutkan, Rita mengaku tak pernah melakukan perawatan wajah seperti maskeran yang kini populer. Kebiasaan ini konsisten ia jalani sejak lama. Bagi Rita, kunci utama menjaga kecantikan justru ada pada kedisiplinan merawat diri dan menjaga pola hidup.
“Enggak pernah bermasker, tidak pernah pakai apapun. Selain krim malam, saya tidak pernah pakai yang lain,” tegasnya.
Sejak kecil terbiasa tampil di panggung, Rita sudah terlatih merias wajah tanpa bantuan orang lain.
Viral Suami KDRT Istri Selama Bertahun-tahun Sejak Hamil (Foto: TikTok)
Kisah memilukan menimpa seorang wanita berinisial IGF di Surabaya. Ia diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, AAS, sejak 2023.
Peristiwa ini mencuat ke publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan tersebar di media sosial dan viral melalui akun TikTok @mafia_maman, pada Sabtu (23/8/2025). Video tersebut memantik gelombang simpati sekaligus kemarahan warganet.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat AAS memukul bagian pundak hingga mendorong istrinya. Aksi itu menuai kecaman karena dianggap tak berperikemanusiaan dan terjadi di lingkungan rumah.
Kolom komentar dipenuhi respons pedas dari warganet. “Pasti capek banget jadi mbaknya udah capek ngurus anak malah di KDRT lagi,” tulis akun @independen_45.
Ada sebagian orang yang justru menemukan ketenangan dalam kesendirian. Bagi mereka, waktu untuk diri sendiri atau me time adalah momen penting untuk mengisi ulang energi, dan menenangkan pikiran. Menariknya, hal ini ternyata juga bisa terlihat dari zodiak seseorang.
Beberapa zodiak dikenal memiliki sifat introvert, tenang, bahkan cenderung lebih memilih menyepi dibandingkan harus berinteraksi terus-menerus dengan orang lain. Tetapi, bukan berarti mereka seseorang yang anti sosial. Alih-alih mencari energi dari keramaian, zodiak-zodiak ini justru merasa lebih nyaman, dan damai ketika menikmati waktunya seorang diri.
Nah, siapa saja zodiak yang lebih nyaman sendiri? Yuk, simak deretannya berikut ini, dan coba lihat apakah kamu termasuk salah satunya.
– Aquarius
Aquarius dikenal sebagai zodiak yang visioner dan punya dunia uniknya sendiri. Mereka sering kali terlihat cuek atau dingin, padahal sebenarnya sedang asyik dengan pikirannya yang penuh ide. Sifat independen membuat Aquarius tidak terlalu bergantung pada orang lain, bahkan mereka lebih suka menghabiskan waktu sendirian untuk menuangkan kreativitas atau sekadar menikmati ketenangan. Bagi Aquarius, menyendiri bukanlah hal membosankan.
– Sagitarius
Meski dikenal sebagai zodiak yang penuh petualangan dan suka kebebasan, Sagitarius ternyata juga termasuk sosok yang nyaman sendiri. Mereka bisa sangat menikmati perjalanan atau aktivitas tanpa perlu ditemani banyak orang. Sagitarius memang ramah dan mudah bergaul, tapi di balik itu mereka butuh waktu pribadi untuk mengeksplorasi hal-hal baru sesuai keinginan. Menyendiri bagi Sagitarius bukanlah kesepian, melainkan kesempatan untuk mengenal diri lebih dalam sambil merencanakan tujuan berikutnya.
Kenapa Gen Z Paling Banyak Gunakan AI untuk Belajar? (Foto: Freepik)
Generasi Z dikenal sebagai generasi paling akrab dengan teknologi digital. Kini tercatat sebagai kelompok yang paling sering menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk belajar maupun bekerja. Melansir dari penelitian Walton Family Foundation bersama Gallup, sebanyak 79% Gen Z sudah pernah menggunakan AI generatif, dan hampir setengah di antaranya memakainya setiap minggu.
AI Bantu Belajar Lebih Cepat
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar Gen Z merasakan manfaat nyata dari penggunaan AI:
72% merasa AI memudahkan mereka menemukan informasi. 66% mengatakan AI membuat mereka bekerja lebih cepat. 53% menyebut AI membantu mempercepat proses belajar. Tidak heran bila AI kemudian menjadi “teman belajar” utama bagi banyak pelajar Gen Z, mulai dari mencari referensi, menulis esai, hingga memahami materi yang sulit.
Meski begitu, hubungan Gen Z dengan AI tidak sepenuhnya penuh optimisme. Penelitian menemukan bahwa 41% Gen Z justru merasa cemas dengan AI, sementara hanya 36% yang merasa bersemangat dan 27% yang merasa penuh harapan.
Sebagian besar Gen Z khawatir AI dapat memengaruhi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka. Sebanyak 49% percaya AI akan menantang keterampilan berpikir kritis, sementara hanya 22% yang melihat AI justru dapat mendukungnya.
Sekolah Jadi Jembatan
Menariknya, banyak pelajar Gen Z di tingkat SMP dan SMA berpendapat bahwa AI seharusnya diperbolehkan untuk tugas sekolah, sekaligus diajarkan secara formal. Namun kenyataannya, baru 49% sekolah yang memiliki kebijakan jelas tentang penggunaan AI, dan sebagian besar justru lebih bersifat membatasi. Hal ini membuat siswa bingung mengenai batasan penggunaan AI.
Di dunia kerja, tantangan serupa juga terjadi. Walaupun 59% Gen Z dewasa menggunakan AI minimal sebulan sekali, hanya 30% yang benar-benar memanfaatkannya untuk pekerjaan mereka. Bahkan, baru 39% tempat kerja yang menyediakan dan memperbolehkan penggunaan AI, sementara 21% responden tidak tahu apakah AI boleh dipakai di kantor mereka.
Parenting VOC: Arti dan Dampaknya Bagi Anak (Foto: Freepik)
Parenting VOC arti dan dampaknya bagi anak. Istilah Parenting VOC belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial, memicu pro dan kontra di kalangan orang tua dan masyarakat umum.
Istilah ini bukanlah singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (Perusahaan Hindia Timur Belanda) secara harfiah, melainkan digunakan sebagai metafora untuk pola asuh yang dikenal keras, disiplin ketat, dan cenderung otoriter. Gaya pengasuhan ini berorientasi pada kontrol penuh orang tua dan menuntut kepatuhan anak tanpa kompromi.
Ciri Khas dan Pro Kontra Pola Asuh VOC
Pola asuh VOC memiliki ciri-ciri yang sangat menonjol. Orang tua yang menerapkan gaya ini cenderung menerapkan aturan yang kaku dan tidak bisa dinegosiasi, serta mengutamakan komunikasi satu arah tanpa memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat atau perasaannya. Hukuman (fisik maupun verbal) sering dijadikan alat untuk mendisiplinkan anak.
Di tengah kontroversi, pola asuh ini memiliki pendukungnya. Mereka melihatnya sebagai solusi untuk membentuk anak yang tangguh, disiplin, mandiri, dan tahan banting di era modern. Bahkan, seorang kreator konten yang menerapkan pola ini
Para psikolog anak berpendapat bahwa pola asuh VOC berpotensi menimbulkan dampak negatif yang signifikan pada perkembangan emosional dan psikososial anak.
Dampak Negatif Pola Asuh VOC pada Perkembangan Anak
Meskipun dapat menghasilkan anak yang penurut di mata orang tua, pola asuh VOC memiliki serangkaian dampak buruk dalam jangka panjang:
– Rendahnya Kepercayaan Diri dan Ketergantungan: Anak yang dibesarkan dengan aturan kaku cenderung takut berpendapat, sulit mengambil keputusan, dan kurang inisiatif karena terbiasa disetir. Mereka juga menjadi sangat ketergantungan pada orang lain dan sulit bertanggung jawab atas diri sendiri.